MDG99, juga dikenal sebagai Tujuan Pembangunan Milenium, adalah serangkaian delapan tujuan pembangunan internasional yang ditetapkan pada tahun 2000 oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Tujuan-tujuan ini ditujukan untuk mengatasi tantangan-tantangan utama global seperti kemiskinan, kelaparan, ketidaksetaraan gender, dan akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan. Selama dua dekade terakhir, dampak MDG99 terhadap pembangunan global sangat besar, dengan banyak negara mengalami kemajuan dalam mencapai tujuan-tujuan ini.
Salah satu pencapaian utama MDG99 adalah pengentasan kemiskinan ekstrem. Tujuan untuk mengurangi separuh jumlah orang yang hidup dengan pendapatan kurang dari $1,25 per hari telah tercapai lebih cepat dari jadwal, dengan penurunan tingkat kemiskinan global dari 36% pada tahun 1990 menjadi 10% pada tahun 2015. Pengurangan kemiskinan ini mempunyai dampak yang besar terhadap kehidupan jutaan orang, meningkatkan akses mereka terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan peluang ekonomi.
MDG99 juga berfokus pada peningkatan akses terhadap pendidikan, khususnya bagi anak perempuan. Tujuan mencapai pendidikan dasar universal mengalami kemajuan yang signifikan, dengan jumlah anak putus sekolah turun setengahnya antara tahun 2000 dan 2015. Hal ini telah membantu memberdayakan anak perempuan dan perempuan, memberikan mereka kesempatan untuk memutus siklus kemiskinan dan memberikan kontribusi terhadap komunitas dan perekonomian mereka.
Pencapaian penting lainnya dari MDG99 adalah penurunan angka kematian anak. Sasaran untuk mengurangi angka kematian balita sebesar dua pertiga hampir tercapai, dengan angka kematian balita global turun sebesar 53% antara tahun 1990 dan 2015. Kemajuan ini disebabkan oleh perbaikan dalam layanan kesehatan, gizi, dan sanitasi, serta peningkatan akses terhadap vaksin dan layanan kesehatan penting lainnya.
Meskipun MDG99 mencapai kemajuan yang signifikan di banyak bidang, terdapat juga tantangan dan bidang yang kemajuannya lebih lambat. Kesetaraan gender, misalnya, masih menjadi isu utama, dimana perempuan dan anak perempuan masih menghadapi diskriminasi dan hambatan dalam pendidikan, pekerjaan, dan partisipasi politik. Selain itu, perubahan iklim dan degradasi lingkungan terus menimbulkan ancaman signifikan terhadap pembangunan global sehingga memerlukan tindakan segera untuk memitigasi dampaknya.
Pada tahun 2015, PBB mengadopsi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) sebagai penerus MDG99, berdasarkan kemajuan yang dicapai dan mengatasi tantangan baru seperti perubahan iklim, kesenjangan, dan pembangunan berkelanjutan. SDGs lebih ambisius dan komprehensif dibandingkan MDGs, dengan total 17 tujuan dan 169 target yang bertujuan untuk mencapai masa depan yang lebih berkelanjutan dan inklusif untuk semua.
Secara keseluruhan, dampak MDG99 terhadap pembangunan global sangat signifikan, dengan kemajuan yang dicapai dalam pengentasan kemiskinan, peningkatan akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan, dan penurunan angka kematian anak. Meskipun masih ada tantangan yang harus diatasi, pencapaian MDGs telah menunjukkan bahwa kerja sama dan komitmen internasional dapat membawa perubahan positif dan meningkatkan taraf hidup jutaan orang di seluruh dunia.
